Kamis, 31 Maret 2016

Perkembangan Teknologi

Kecerdasan Buatan Siap Untuk Digunakan.


Facebook telah menunjukkan bagaimana cerdas mesin AI nya yang telah ia kembangkan, dengan menempatkan sistem yang mampbu melawan manusia untuk permainan strategi tradisional Cina Go dan hampir mengalahkan manusia setiap waktu.
Penelitian yang dikembangkan oleh Facebook bekerja sama dengan Cornell University, didasarkan pada memprediksi langkah berikutnya dari pemain manusia dan menerapkan pengetahuan ini untuk mesin AI.
“Faktor paling susah oleh Go adalah mampu membuat teknik pencarian yang tradisional tidak efektif, bahkan pada hardware yang telah maju sekalipun, dan fungsi evaluasi Go bisa berubah drastis dengan satu perubahan pergerakan saja,” jelas abstrak proyek ilmu komputer tersebut.
Meskipun beberapa metode telah dikembangkan untuk mengalahkan manusia dalam permainan Go, penelitian baru ini menetapkan untuk menggunakan AI yang disebut Dark Forest untuk lebih menerapkan dan mengembangkan dirinya sendiri.
“Dark Forest mampu meningkatkan kemenangan sampai tingkat untuk pendekatan pencocokan pola terhadap pendekatan MCT, bahkan dengan anggaran pencarian looser.”

Jumat, 08 Januari 2016

LEGO PHONE BY GOOGLE

INOVASI LEGO PHONE BY GOOGLE




Lego phone dari google membuat ispirasi menjadi nyata hand phone dapat kamu desain sendiri handphon ini dapat dipisah kan mulai dari layar hingga kamera  dan bisa di ubah tempat sesuai keinginanmu.

desain yang tidak kalah dari produk buatan samsung, sony dan peluncur smartphone lainya
lego dilengkapi chip otomatis yang tidak kan mempengaruhi posisi dimana kamera diletakan.

fitur lego tentunya tak kalah menarik dengan fitur yang di sediakan oleh smartphon lainya.

Rabu, 12 Agustus 2015

Subnetting




SUBNETTING



Subnetting adalah upaya / proses untuk memecah sebuah network dengan jumlah host yang cukup banyak, menjadi beberapa network dengan jumlah host yang lebih sedikit. Adapun kegunaan dari subnetting adalah
  1. Untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet.
  2. Memperbanyak jumlah network (LAN)
  3. Mengurangi jumlah host dalam satu network
  4. Untuk mengurangi tingkat kongesti (gangguan/ tabrakan) lalulintas data dalam suatu network.

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara yaitu binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24. Penjelasanya adalah bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0.
Maksud /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
  1. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS10.0.0.0/16.
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Analisa:
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  1. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS172.16.0.0/18 dan 172.16.0.0/25.
               SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
* Contoh network address 172.16.0.0/18
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
* Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  1. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS192.168.1.0/26
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Analisa :
192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan :
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.